Sabtu, 16 Februari 2013

"AMBISI PRIBADI"


Di sebuah musium, seorang pria berambut putih berdiri di hadapan gambar Tuhan Yesus sambil terpesona. Setelah memandanginya beberapa saat ia menggumam dengan wajah ceriah, “Terpujilah Dia. Aku mengasihi-Nya!”
    Seorang lainnya yang berdiri di sebelahnya mendengar ucapan pria itu berkata, “Saudara, aku juga mengasihi-Nya.” Lalu ia mendekap tangan pria itu. Pria ketiga juga berkata sambil menggandeng tangan pria itu, “Aku juga mengasihi-Nya.” Tak lama kemudian sekelompok kecil pria dari berbagai usia dan warna kulit sambil bergandengan tangan memuji Yesus.
    Kasih kepada Yesus akan mempersatukan umat Tuhan. Kalau Gereja tahu hal ini, tidak akan ada perpecahan, sebab masing-masing orang mengasihi Tuhan yang sama.
    Mengapa Gereja rawan dengan perpecahan? Sebab di dalam Gereja masih ada orang-orang yang membawa ambisinya sendiri-sendiri. Mereka kehilangan visi untuk mempermuliakan Yesus. Yang ada adalah visi untuk diri sendiri dan mereka mencoba “berkarir” dalam Gereja Tuhan untuk meraih kedudukan dan jabatan yang tinggi. Akhirnya gereja dipenuhi dengan manusia-manusia berdasi yang membawa ambisinya sendiri-sendiri. Antar saudara tidak lagi menyerukan, “Aku mengasihi Yesus!” Tetapi mereka menyerukan, “Aku mencari kedudukan!”
    Marilah kita kembali kepada visi semula: mempermuliakan Yesus! Kalau visi ini memenuhi semua gereja Tuhan, maka tidak akan ditemukan lagi perbedaan-perbedaan. Tidak ada kebanggaan organisasi atau denominasi. Tidak ada kebanggaan doktrin atau liturgi. Semua kebanggaan itu dihancurkan manakala hati yang dipenuhi dengan kasih Kristus menguasai hati orang percaya.
    Saya senang dengan pemazmur yang berkata, “…… Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun. Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.” (Mzm. 133)!

Renungan:
    Kalau ada hati yang penuh kasih kepada Allah, semua keegoisan dan ambisi pribadi akan dihancurkan. Dan hasilnya, berkat Allah akan mengalir melimpah pada gereja-Nya dan dunia akan cepat dipenuhi dengan kemuliaan-Nya.

Persatuan mengundang berkat Allah.

IMMANUEL
JESUS BLESSING

Tidak ada komentar:

Posting Komentar