Jumat, 08 Februari 2013

" MEMAAFKAN "


MATIUS 18:21-35

Di sebuah ruang pengadilan,
seorang pemuda duduk di kursi
terdakwa. Ia didakwa membunuh
teman sebayanya. Sebelum hakim
membaca keputusan, ia bertanya
kepada ayah anak yang menjadi korban, “Pemuda ini terbukti
bersalah telah membunuh putra
Anda. Menurut Anda hukuman apa
yang setimpal untuknya?” Bapak tua
itu menjawab, “Pak Hakim, anak saya
satu-satunya telah meninggal. Hukuman apa pun tidak akan
mengembalikan hidupnya. Saya
sangat mengasihinya, dan sekarang
tidak punya siapa-siapa untuk saya
kasihi. Tolong kirimkan terdakwa ke
rumah saya, untuk menjadi anak saya.”

Apa reaksi kita terhadap orang yang
pernah menyakiti kita? Ingin
menghukumnya? Mencoba untuk
membuatnya merasakan penderitaan
yang kita rasakan, bahkan kalau
bisa lebih menderita; biar tahu rasa? Memaafkan memang bukan perkara
semudah membalikkan telapak
tangan. Namun, begitulah yang
Tuhan ingin kita lakukan (ayat 22).
Lalu, bagaimana melaksanakan
kehendak Tuhan itu di tengah keterbatasan kita?

ahwa ibarat orang
berutang, kita lebih punya banyak
utang kepada Tuhan, daripada
orang lain kepada kita. Dosa kita
yang begitu banyak, oleh kasih
Kristus lunas dibayar di kayu salib. Jadi, kalau utang kita yang segitu
banyaknya sudah Tuhan bayar
lunas, mengapa kita masih terus
menuntut orang lain ”membayar”
utangnya kepada kita (ayat 33)?

Kedua, sadari bahwa menyimpan dendam dan kebencian dalam hati
hanya akan menimbulkan
ketidaksejahteraan. Hanya
menambah beban. Dengan
memaafkan sebetulnya kita tengah
berbuat baik kepada diri sendiri.

Kekuatan seseorang terletak ketika
ia bisa memaafkan orang yang
menyakitinya


IMMANUEL
JESUS BLESSING

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar