Sabtu, 09 Februari 2013

" KASIH YG NYATA "


ROMA 12:9-17
9. Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.
10. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan
saling mendahului dalam memberi
hormat.
11. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah
rohmu menyala-nyala dan
layanilah Tuhan.
12. Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam
kesesakan, dan bertekunlah dalam
doa!
13. Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan
usahakanlah dirimu untuk selalu
memberikan tumpangan!
14. Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan
jangan mengutuk!
15. Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah
dengan orang yang menangis!
16. Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah
kamu memikirkan perkara-perkara
yang tinggi, tetapi arahkanlah
dirimu kepada perkara-perkara
yang sederhana. Janganlah
menganggap dirimu pandai!
17. Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa
yang baik bagi semua orang!

Seorang pemuda kehilangan sepeda motornya yang diparkir di halaman gereja. Ia sangat terpukul. Setelah dua belas bulan mengangsur dengan
gaji pas-pasan, sepeda motornya raib! Para pemuda berdoa baginya. Lalu, sebuah pertanyaan muncul: “Mengapa hanya berdoa? Ti-dak bisakah kita berbuat sesuatu?” Tanpa sepengetahuan si pemuda, puluhan rekannya berusaha mengumpulkan uang. Ada yang menyisihkan penghasilannya setiap bulan. Ada yang berjualan kue.
Setahun kemudian, mereka berhasil membeli sepeda motor baru dan diserahkan kepada si pemuda pada persekutuan malam Natal. Momen itu sangat indah. Penuh tawa dan air mata. Baik yang memberi maupun yang menerima, semua dilimpahi berkat Tuhan.

Tuhan sering membentuk kerohanian kita melalui persekutuan. Tak seorang pun bisa memiliki kerohanian yang dewasa semata dengan berdoa, berpuasa, atau mendalami Alkitab secara pribadi. Itu sebabnya, Rasul Paulus meminta jemaat untuk selalu terlibat dalam per-sekutuan.
Dalam setiap persekutuan, ada bermacam- macam orang. Ada yang hatinya sedang sesak (ayat 12), hidup berkekurangan (ayat 13), berdukacita (ayat 15), bahkan mungkin ada yang jahat (ayat 17). Tidak mudah mengasihi dan memahami mereka. Konflik dan salah paham biasa terjadi. Namun, justru lewat semua itu kita belajar mengasihi dengan tulus. Belajar menangis dan tertawa bersama. Belajar sehati sepikir.

Tuhan membentuk kita lewat orang lain. Maka benamkanlah diri Anda dalam persekutuan. Di situlah Anda memiliki kesempatan untuk berlatih: Mewujudkan kasih dalam tindakan nyata.


IMMANUEL
JESUS BLESSING

Tidak ada komentar:

Posting Komentar