Sabtu, 09 Februari 2013

" KESETIAAN "


Seringkali mertua perempuan tidak
cocok dengan menantu
perempuannya, begitu juga
sebaliknya. Namun ayat firman
Tuhan yang kita baca hari ini
memberikan satu contoh tentang seorang menantu (Rut) yang
begitu setia, mengasihi mertuanya
(Naomi) dengan segenap hati,
padahal suaminya sudah meninggal.
Bukankah ini jarang terjadi? Tidak
mudah mendapatkan kesetiaan dalam diri seseorang, hal yang juga
dikeluhkan oleh Salomo, "Banyak
orang menyebut diri baik hati,
tetapi orang yang setia, siapakah
menemukannya?" (Amsal 20:6).

Tuhan sedang mencari 'Rut-Rut' akhir zaman. Banyak orang baik
hati, tetapi Tuhan mencari lebih
dari itu yaitu orang-orang yang
setia.
Kesetiaan sesorang akan teruji
kualitasnya setelah melewati proses waktu. Banyak orang Kristen gagal
dalam ujian kesetiaan, misal: karena
doanya belum juga beroleh jawaban,
orang tidak lagi sungguh-sungguh
berdoa; karena sakitnya tak kunjung
sembuh, belum juga memperoleh pekerjaan, gagal dalam studi dan
sebagainya kita tidak lagi setia
melayani Tuhan. Kita begitu
mudahnya berubah padahal Tuhan
Yesus begitu setia mengasihi kita,
bahkan sampai mati di kayu salib. Sungguh, kesetiaan seperti barang
yang sangat langka dan mahal
didapat.

Kini, rasa-rasanya, "...telah
lenyap orang-orang yang setia dari
antara anak-anak manusia" (Mazmur
12:2). Tuhan menuntut kita menjadi anak-anakNya yang setia.
Tapi, kita harus setia dalam hal apa?
Setia dalam hal ibadah dan
memberikan penyembahan kepada
Tuhan. "...beribadah kepada
TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap
jiwamu," (Ulangan 10:12b).
Kita pun harus setia dalam hal
pelayanan. Tuhan telah
memperlengkapi kita dengan
karunia dan talenta yang harus kita maksimalkan untuk melayani
pekerjaan Tuhan sehingga
kehidupan kita berbuah. Mari
bekerja, "...selama masih siang; akan
datang malam, di mana tidak ada
seorangpun yang dapat bekerja." (Yohanes 9:4).

"Terhadap orang yang setia Engkau
berlaku setia" (Mazmur 18:26A)


IMMANUEL
JESUS BLESSING

Tidak ada komentar:

Posting Komentar