Sabtu, 09 Februari 2013

"ELIZABETH"


Elizabeth.
Lukas 1:5-25.
Elisabet mengajari kita banyak
hal tentang bagaimana
mengatasi kekecewaan hidup
dan bagaimana berdoa dengan benar. Beberapa palajaran
yang bisa kita timba dai diri
Elisabet adalah :
1.Penanam Nilai bagi keluarga (Luk.1:6).
Yohanes pembaptis diakui sebagai nabi terakhir dalam
tradisi Israel. Darimana ia bisa memiliki iman yang kuat dan
hebat kepada Tuhan ?
Yohanes Pembabtis memang dipersiapkan oleh Allah untuk membuka jalan bagi Mesias, namun kita jg tidak boleh lupa kalo Yohanes juga dirawat oleh kedua orang tuanya yaitu Elizabeth dan Zakharia.
Alkitab mengatakan ia orang
yang benar di hadapan Allah
dan hidup menurut segala
perintah dan ketetapan Tuhan
dengan tidak bercacat (ayat 6). Maka dari itu Allah mempercayakan Yohanes Pembaptis dikandung dan dirawat oleh Elizabeth.
Dari orang tua yang rohani
akan muncul anak-anak yang
rohani juga.!!

2. Berani mengakui kekecewaan
hidup (Luk.1:7).
Sekalipun Elisabet adalah
orang yang saleh dan hidup
benar, ia tetap mengalami
kekecewaan dalam hidupnya. Ini berkaitan dengan kenyataan
bahwa ia mandul.
Padahal pada masa itu orang
yang mandul dianggap sebagai
orang yang dikutuk oleh Allah.
Nah tentu Elisabet kecewa dengan keadaannya itu. Tapi
hebatnya ia berani mengakui
kekecewaannya itu!

Mengakui kekecewaan hidup
bukan berarti menyalahkan
Tuhan, tapi menerima keadaan bahwa ada yang kurang dalam
hidup kita, ada yang tidak
sesuai dengan hidup kita!
Dengan mengakui kekecewaan
hidup, kita menjadi orang yang
jujur terhadap diri kita sendiri dan Tuhan. Sehingga doa kita
pun akan jujur. Tuhan senang
dengan sikap yang demikian!

3. Berdoa memohon
pemeliharaan Allah.
Pada
saat Zakaria pergi ke Bait Allah untuk melayani disana, di rumah Elisabet terus berdoa bagi
keselamatan suaminya.
Sebab saat seorang imam
bertugas di Bait Allah dan
masuk ke ruang Maha suci ada
kemungkinan ia tidak akan kembali lagi (kalau hidupnya
tidak suci, ia bisa mati di
dalam).
Menyadari hal ini,
Elisabet selalu berdoa secara
khusus untuk Zakaria agar dalam menjalankan tugasnya
selalu di sertai dan dilindungi
Tuhan.
Istri yang baik adalah istri
yang berdoa untuk keselamatan
suaminya dan anak-anaknya.

4.Percaya pada waktu Tuhan (Mazmur 40:2).
Orang bilang menunggu itu
membosankan. Ini benar, tapi
yang lebih tepat lagi :
menunggu itu menjengkelkan! Misalnya:
*Menunggu dijemput
* Menunggu (antri) beli tiket
* Menunggu balasan surat atau
sms yang penting.dsb.
Tapi Elisabet rela menunggu waktu Tuhan dinyatakan
baginya sampai akhirnya ia
bisa punya anak! Ini hebat!
Banyak orang tidak bersedia
menunggu waktu Tuhan
dinyatakan, akhirnya malah ia berbuat dosa – misalnya: Saul
mempersembahkan korban
karena tidak sabar menunggu
Samuel.
Tuhan menjawab doa sesuai
dengan waktu yang telah ditetapkanNya!
Tuhan seringkali menunggu
sampai kita menyerah dulu
(secara akal nggak mungkin
lagi) baru Dia bertindak!
(a) Abraham diberi Ishak
setelah menunggu 25 tahun.
(b) Yakub tidak diberi
kelimpahan sampai ia menjadi
pelarian di rumah mertuanya –
Laban.
(c) Yusuf baru bisa memerintah
di Mesir setelah ia masuk
penjara dulu.
(d) Gideon memperoleh
kemenangan gemilang setelah
tentaranya dikurangi menjadi hanya 300 orang!

Berkaitan dengan doa dan
waktu Tuhan dinyatakan ada 4
jawaban Tuhan untuk doa
kita :
(1) Ketika doa kita tidak benar
maka Tuhan berkata : NO.
(2) Ketika kita berdoa, tapi diri
kita belum benar, maka Tuhan
berkata : GROW (bertumbuh
dulu)
(3) Ketika kita berdoa tapi
waktunya belum tepat, maka Tuhan berkata : SLOW (pelan-
pelan/tunggu dulu)
(4) Ketika kita berdoa, dan
semuanya sudah benar, maka
Tuhan berkata : GO (maju
saja).

5. Selalu berupaya untuk
menguatkan orang lain (2.Kor.1:3-4).
Elisabet adalah orang yang
paling berjasa memberikan
dorongan semangat dan kekuatan kepada Maria.
Perhatikan: begitu ditemui
malaikat Gabriel, Maria
langsung pergi ke tempat
Elisabet.
Ia disana untuk beberapa hari. Apa yang mereka lakukan ?
Sharing!
Maria banyak bercerita kepada
Elisabet dan Elisabet banyak
mendengarkan dan memberi
kekuatan bagi Maria agar tidak takut menghadapi semua
kejadian ajaib (mengandung
tapi belum menikah) itu.

6. Berbicara ketika waktunya
tepat (Luk.1:24;60).
Begitu dianugerahi Tuhan
kehamilan, Elisabet langsung
tutup mulut, tidak mau gembar-
gembor tentang kehamilannya. Ia bersembunyi dan tidak
berkata-kata pada orang lain
selama 5 bulan. Kenapa
demikian ? Karena ia tidak mau
diangap sebagai pembohong
atau pemimpi! Setelah 5 bulan, sudah cukup
bukti bahwa ia benar-benar
hamil (perut sudah gembung),
baru dia muncul dan berbicara
kepada orang banyak tentang
kehamilannya yang ajaib! Ini mengajar kita untuk
berbicara seperlunya saja.
Terlalu banyak bicara
seringkali menjadi salah –
ams.10:19

Elisabet,
wanita biasa yang sederhana
ternyata bisa dipakai Tuhan
untuk melakukan hal-hal yang
besar : Melahirkan nabi
(Yohanes Pembaptis, teman sharing Maria dan mengajari
kita tentang bagaimana berdoa
dengan benar).


IMMANUEL
JESUS BLESSING

Tidak ada komentar:

Posting Komentar